Kopdit Bahtera Fokus Merekrut Anggota Muda
ENDE – Koperasi Kredit (Kopdit) Bahtera pada tahun 2011 akan lebih fokus merekrut anggota muda berusia di bawah 30 tahun untuk menjadi anggota koperasi terbesar pertama di Kabupaten Ende ini. Setelah pada tahun buku 2010, dari penambahan anggota baru 744 orang dari 1.500 orang yang ditargetkan, hanya 5 persen anggota baru dari kalangan kaum muda, selebihnya anggota berusia 50 tahun ke atas.
Ketua Kopdit Bahtera, Andreas Reku mengatakan, komposisi anggota koperasi seperti ini bukan tanpa kekhawatiran. “Saya khawatir kalau ini kita biarkan, maka suatu saat ketika anggota sudah tua-tua tidak ada, maka jumlah anggota Kopdit Bahtera akan turun drastis. Keadaan ini akan sangat mengganggu keberlanjutan Kopdit Bahtera. Karena itu, penambahan anggota baru tahun 2011 difokuskan pada kaum muda,” katanya.
(lagi…)
Kopdit Serviam Perlu Kelola Perubahan
Oleh FRANS OBON
ENDE — Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam dituntut untuk mengelola perubahan-perubahan yang dihadapinya dengan memperkuat diri sebagai lembaga keuangan yang terpercaya dan profesional dalam pelayanannya.
Visi Kopdit Serviam adalah lembaga keuangan masyarakat yang terpercaya dan profesional 2015.
Manajer Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BENN, Mikhael H Jawa dalam sambutannya pada permbukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di aula BBK Ende, Minggu (30/1) menegaskan lagi perlunya koperasi kredit mengelola perubahan sehingga koperasi kredit sebagai lembaga keuangan dapat memanfaatkan perubahan itu untuk memperkuat jati diri dan keberadaannya.
(lagi…)
Komunitas Ursulin Ende Beri Cincin Kesetiaan
Oleh FRANS OBON
ENDE — Komunitas Suster Ursulin Ende menganugerahkan cincin kesetiaan dalam 25 tahun berkarya kepada tiga orang guru di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Ursula dan SMPK Santa Ursula Ende dan kepada seorang karyawan. Penganugerahan cincin kesetiaan ini dilangsungkan dalam sebuah perayaan ekaristi di Kapela Biara Suster Ursulin di Jln Wirajaya, Kamis (27/1).
Perayaan ekaristi dipimpin Vikaris jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr dan didampingi Pater John Dami Mukese SVD. Perayaan ekaristi dimeriahkan koor guru-guru dan pegawai SDK Santa Ursula.
(lagi…)
Warga Tenda Meninggal Bunuh Diri
RUTENG — Kasus bunuh diri di Manggarai kembali terjadi. Menurut laporan media (Flores Pos edisi 9 Februari 2011), Kristian Nagur (26) meninggal karena bunuh diri, Selasa (8/2). Nagur seorang tukang ojek dan loper Harian Flores Pos di Ruteng.
Warga Kampung Tenda, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rombong ini meninggalkan seorang anak dan seorang istri. Menurut keluarga, Tian, panggilan akrabnya, tidak pernah menceritakan punya masalah.
“Tadi pagi masih baik-baik. Tidak ada tanda-tanda yang aneh. Kaget, kita diberitahu, Tian sudah meninggal dengan cara gantung diri.
(lagi…)
Puskopdit BENN Jadi Puskopdit Flores Mandiri

Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Yoseph Dopo, memimpin rapat anggota khusus.
Oleh FRANS OBON
ENDE — Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Bekatigade Ende, Ngada, dan Nagekeo telah berganti nama menjadi Puskopdit Flores Mandiri. Perubahan dilakukan setelah para pengurus koperasi kredit di tingkat primer bersama para pengurus Puskopdit menggelar Rapat Anggota Khusus (RAK) untuk mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam pertemuan dua hari, Sabtu dan Minggu (5-6/2), bertempat di Puskopdit di Jln Melati No. 1 Ende. Perubahan nama ini berlaku sejak ditetapkan di Ende, 6 Februari 2011.
Rapat Anggota Khusus ini mengambil tema “Konsolidasi Organisasi Melalui Amandemen AD/ART”. Selain pergantian nama, RAK juga membahas soal hak suara dari masing-masing Kopdit berdasarkan jumlah anggota dan besarnya aset.
(lagi…)
Prihatin dengan Kasus Bunuh Diri
Oleh Frans Obon
TIDAK ada kata yang lebih tepat selain kata prihatin dan barangkali juga cemas ketika membaca berita tentang seorang gadis belia di Ruteng, Manggarai, melakukan aksi bunuh diri, sambil meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya (Flores Pos edisi, Sabtu 28 Agustus 2010).
Masih menurut media ini, di Kota Ruteng, dalam tahun ini saja sudah ada tiga kasus bunuh diri. Dua di antaranya menimpa anak-anak kita. Masih ada kasus serupa pada beberapa tahun sebelumnya.
(lagi…)
