Sekolah Menengah Agama Katolik Diresmikan

Yosef Nganggo, Yosef Ansar Rera, Petrus Puli, dan Suster Saveriana CIJ

ENDE — Perayaan ekaristi di Gereja Kristus Raja Katedral Ende, Selasa (31/7/2012), yang dipimpin Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr dan sederetan para imam, menandai diresmikannya pelaksanaan operasional Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Thomas Morus Ende. Melengkapi perayaan ekaristi, pesta syukur dimulainya tahun pelajaran perdana itu dilangsungkan di aula Paroki Katedral.

Sekolah ini telah mendapat restu Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota dan telah mengantongi izin operasional dari DirekturJenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik di Jakarta. Karena sekolah ini berada di bawah Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia dan secara hukum berada di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ende Lio (Yasukel).

Sebagian besar orang berharap, sebagaimana tercermin dalam kotbah dan sambutan-sambutan pada acara syukur, sekolah ini perlu menunjukkan identitasnya yang berbeda dari sekolah-sekolah menengah yang telah ada. Sebagaimana disebutkan panitia, komposisi muatan kurikulum sekolah ini sekitar 30 persen fokus pada pendidikan agama Katolik dan 70 persen lainnya bidang studi umum sebagaimana berlaku di lembaga pendidikan menengah lainnya. Oleh karena itu panitia memilih tema perayaan ekaristi: “Pergi, Jadilah Garam dan Terang di Tengah Tata Dunia”.

Perayaan ekaristi dengan koor meriah oleh 83 siswa angkatan pertama SMAK Santo Thomas Morus Ende ini menimba inspirasi dari teks Injil Matius tentang garam dan terang. Dalam kata pengantarnya, Romo Cyrilus menegaskan bahwa perayaan ekaristi pembukaan sekolah tahun pertama ini “merupakan lembaran sejarah pertama”dari usaha selanjutnya untuk mencari kebenaran, keadilan dan pengabdian yang penuh kasih.

Romo Cyrilus kembali mengatakan dalam kotbah bahwa guru tidak saja menjadi pengajar melainkan juga pendidik. Proses interaksi guru dan murid harus bisa saling memperkaya khasanah rohani.

Sekolah ini, satu-satunya di Keuskupan Agung Ende, kata Romo Cyrilus, perlu menampilkan identitas yang lain dari banyak sekolah menengah di Kabupaten Ende. Agar identitas yang lain itu tampak, maka salah satu fokus perhatian sekolah ini haruslah pada pendidikan nilai dan pendidikan hati nurani “sebab hati nurani kita adalah gudang nilai”.

“Ada banyak sekolah menengah di Ende dan SMAK Santo Thomas Morus ini adalah satu-satunya di Keuskupan Agung Ende. Semoga Anda menampilkan yang lain dalam roh dan semangat sehingga orang yang lewat merasakan roh dan semangat tersebut,”katanya.

Para siswa angkatan pertama, 83 orang, membawahkan koor pada perayaan ekaristi.

Roh dan semangat yang lain itu haruslah dibangun dalam proses pendidikan yang bisa mengubah wawasan peserta didik untuk menyadari “ada daya yang lebih besar dari daya yang dimiliki oleh manusia. Sekolah agama harus dapat mengubah wawasan manusia agar cerdas budi dan cerdas hati”.

Ketika memberikan sambutan pada acara resepsi, Romo Cyrilus menyemangati para siswa bahwa mereka harus berbangga sebagai siswa angkatan pertama. “Kamu akan ditulis dalam sejarah sebagai angkatan pertama. Angkatan perintis dan peretas”. Namun dia meminta para siswa untuk menggunakan kesempatan belajar formal selama tiga tahun dengan baik dan menggunakan waktu seefektif mungkin.

Dua Tujuan
Yosef Nganggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende dalam sambutannya mengatakan, sekolah ini lahir dari prakarsa sekelompok orang, lalu didiskusikan dengan berbagai kalangan dan direstusi oleh Uskup Agung Ende. Sekolah ini hadir, katanya, sebagai jawaban dari keprihatinan Musyawarah Pastoral (Muspas) VI Keuskupan Agung Ende tahun 2010 terutama dalam kaitan dengan keterlibatan awam Katolik dalam reksa pastoral tata dunia.

Yosef Nganggo, Kepala Kementerian Departemen Agama Kabupaten Ende.

Yosef menyebut pembukaan sekolah ini sebagai “langkah kecil yang baru dengan cara besar” untuk menghasilkan awam Katolik yang tangguh dan bermutu. Dengan ini dia menyebutkan dua alasan mendasar mengapa sekolah ini didirikan.

Pertama, alasan eklesia pastoral dengan jangkar utamanya pada visi pastoral Keuskupan Agung Ende sebagaimana dirumuskan dalam Muspas VI tahun 2010 yakni Gereja Keuskupan Agung Ende yang injili, solider, mandiri, dan misioner. Terutama dengan fokus pada keterlibatan awam dalam tata dunia. “Awam Katolik harus terlibat penuh dalam pastoral tata dunia karena di sanalah medan baktinya. Di mana saja para awam Katolik terlibat, di sana dia bertindak sebagai rasul awam. Usaha seperti ini telah banyak dilakukan. Namun cita-cita ini belum terwujud”.

Romo Cyrilus Lena Pr

Kedua, keprihatinan kita soal moralitas bangsa. Menurut Yosef, tanggung jawab kita bersama, termasuk orang Katolik, untuk memulihkan moralitas bangsa yang mulai pudar. Oleh karena itu para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan umum, tetapi juga nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran agama. Hal itu tercermin di dalam komposisi kurikulum di mana 70 persen pengetahuan umum dan 30 persen pengetahuan Agama Katolik. Sebab di dalam lembaga pendidikan menengah umum lainnya, pendidikan agama hanya dua jam. “Diharapkan, mereka nanti masuk sekolah apa saja, mereka telah dibekali dengan nilai-nilai moral keagamaan”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten EndeYosef Ansar Rera memberikan apresiasi kepada Dirjen Bimas Katolik dan Keuskupan Agung Ende yang telah memberikan restu bagi pendirian sekolah khas Katolik. Karena sekolah ini lebih diarahkan untuk mendidik awam Katolik. “Ini terobosan bagus. Karena saat ini terjadi degradasi moral di mana-mana”.

Ansar Rera, dalam sambutannya, mengingatkan lagi pentingnya menampilkan identitas dan kekhasan sekolah Katolik. Begitu banyak sekolah menengah didirikan, tetapi sekolah Katolik harus tetap memberikan kekhasan. “Sebab saat ini kekhasan itu tipis sekali perbedaannya”.

“Jangkar telah diangkat,” kata Romo Cyrilus pada akhir sambutannya. SMAK Santo Thomas Morus pun berlayar. Profisiat untuk SMAK Santo Thomas Morus.*

frans obon

Flores Pos edisi, 1 Agustus 2012

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s