Setia dengan Perkara-Perkara Kecil

Mikhael Hongkoda Jawa pada RAT Puskopdit di Mataloko.

Mikhael Hongkoda Jawa pada RAT Puskopdit di Mataloko.

OLEH FRANS OBON

SAYA bertemu Mikhael Hongkoda Jawa, manajer Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri di kantornya yang baru, asri, full AC dan dilengkapi dengan CCTV. Puskopdit Flores Mandiri adalah lembaga sekunder yang menaungi 48 koperasi kredit tingkat primer.

Gedung baru dua lantai itu diresmikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, 27 Mei 2011. Gubernur datang dari Bajawa pada hari itu, lalu ke Ende untuk meresmikan kantor baru Puskopdit Flores Mandiri, sekaligus memberikan badan hukum baru terkait pergantian nama dari Pusat Koperasi Kredit Bekatigade – singkatan dari Ende, Ngada, Nagekeo. Badan hukum baru itu diterima Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Yoseph Dopo.

Pada sore hari gedung baru itu diberkati Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota dalam sebuah perayaan ekaristi yang meriah. Perayaan ini menandai 40 tahun gerakan koperasi kredit di Flores, yang pada awalnya dipelopori Gereja Katolik Flores.

Mikhael tidak pernah berubah sejak saya mengenalnya tahun 1987 semasa kami kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores. Dia orang yang sederhana. Halus tutur katanya, tetapi sikapnya tegas dan prinsipil. Pria kelahiran Lewograran, Flores Timur 22 Agustus 1966 selama delapan tahun belajar teologi dan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Tahun 1995 Mikhael bekerja di Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D) NTT Barat, yang pada tahun 2011 diubah menjadi Puskopdit Flores Mandiri.

mikhael h jawa 1Tahun 2001 Mikhael diangkat menjadi Manajer Puskopdit Flores Mandiri dan harus bertanggung jawab terhadap 70.968 anggota koperasi kredit yang tergabung dalam 48 koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri. Menurut data per Desember 2010, total aset koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri Rp368,7 miliar, simpanan saham Rp201,7 miliar, simpanan non saham Rp96 miliar, dan pinjaman beredar Rp305,6 miliar.

Posisi manajer dipandangnya sebagai kepercayaan dari para anggota koperasi kredit. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi buah dari kesetiaan melakukan hal-hal kecil.

Dia terinspirasi oleh Injil Lukas 16: 10-12: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia juga setia dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kamu tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?”

Kesetiaan dalam perkara kecil dan kesetiaan dalam menjaga kepercayaan selalu menjadi inspirasi dalam mengelola gerakan koperasi kredit di Puskopdit Flores Mandiri.

Dalam rapat forum manajer koperasi kredit, Mikhael selalu mengatakan bahwa bisnis utama koperasi kredit adalah kepercayaan. Karena koperasi adalah kumpulan dari orang-orang yang saling percaya. Jika salah kelola, maka anggota tidak lagi percaya. Mereka akan menarik kembali kepercayaannya.

Kepercayaan adalah tanggung jawab untuk mengelola uang yang ditabung sedikit demi sedikit dari orang-orang miskin dan orang-orang sederhana. Uang yang disimpan di koperasi kredit adalah uang dari hasil kerja keras. Simpanan anggota adalah harapan masa depan orang-orang sederhana dan orang-orang miskin.

“Jadi kalau koperasi kredit salah kelola, yang hilang bukan saja kepercayaan, tapi juga menghilangkan harapan orang-orang miskin dan sederhana yang dengan susah payah menabung sedikit demi sedikit dari penghasilannya.” Karena itu jika ada masalah, maka para manajer tidak boleh menjadi bagian dari masalah, melainkan menjadi bagian dari solusi.

Mikhael setia dengan filosofi dasar dari gerakan koperasi kredit yakni pendidikan, swadaya, dan solidaritas, sebab tiga filosofi dasar ini sejalan dengan semangat Injil. Ketika kita memberikan kegembiraan kepada orang lain, kita sebenarnya sedang menghayati dan menjalankan perintah Injil. Sebab Injil itu sendiri adalah kegembiraan (euangelion).

Filosofi solidaritas dalam gerakan koperasi kredit tidak lain adalah ejawantah dari semangat dan hukum cinta kasih. Bagaimana kita membahagiakan dan menggembirakan orang lain. Uang dalam gerakan koperasi kredit hanyalah alat bukan tujuan. Tujuan utama adalah kebersamaan untuk mengatasi masalah bersama.

Sebagaimana dikatakan filsuf Marthin Buber, dalam I and Thou, keberadaan kita juga ditentukan oleh orang lain. “Dalam mengelola koperasi kredit kami memegang filosofi satu untuk semua, semua untuk satu (one for all, all for one). Mengandalkan kemampuan diri sendiri tidak bermakna apa-apa tapi kita harus rela bergabung dalam kelompok, baru kita kita punya arti,” katanya.

Gerakan koperasi kredit seperti ini. “Adaku ditentukan oleh yang lain. Dalam perspektif ini, maka dalam menata dan membangun suatu kehidupan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama, maka perlu ada kerja sama dan saling menolong. Kau susah aku bantu, aku susah kamu bantu. Orang miskin menolong orang miskin. Kesulitan orang miskin hanya bisa dibantu oleh orang miskin sendiri. Karena orang miskin memiliki harkat dan martabat”.

Wujud nyata lain dari solidaritas adalah gerakan solidaritas kematian. Tiap anggota koperasi kredit menyumbangkan satu batang lilin atau seratus rupiah per kematian.

Pada tahun 1998 Mikhael menikah dengan Materna Maria Ndena dan dikarunia 5 orang anak yakni Maria Elisabet Jawa, Flavianus R Bere Jawa, Maria Susana HP Jawa, Januarius Mari Jawa dan Florensius Lewon Jawa.

Selepas dari Seminari Tinggi Ledalero tahun 1995, dia datang ke Ende bekerja di Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D) NTT Barat. Dia mulai dari nol dan gaji yang diterimanya tidak cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Mantan dosennya di Ledalero Pater George Kirchberger SVD pernah mengajaknya kembali ke Ledalero jika Mikhael mau. Tetapi Mikhael sudah jatuh cinta dengan gerakan koperasi kredit. Meski jatuh bangun dan pendapatannya kecil, dia tetap setia bekerja.

Semua pengalaman jatuh bangun ini dia jadikan sebagai sarana pendidikan anak-anaknya untuk terbiasa memberi. Pada tiap hari Minggu ia memberi tiap anaknya seribu rupiah untuk derma di gereja.
“Meski itu uang dari saya, tapi saya mau mengajarkan kepada anak-anak untuk rela berbagi kepada orang lain. Sejak kecil saya mendidik mereka untuk terbiasa membagi dan memberi kepada orang lain”.

Mikhael sangat terinspirasi dengan cara hidup jemaat perdana yang saling membagi dan memberi satu sama lain. Di dalam keluarga, terutama pada saat makan malam, mereka duduk di meja makan untuk saling bercerita dan mengobrol. Mereka mengajarkan anak-anak mereka untuk berdoa bersama sebelum makan. Kalau pergi ke gereja, anak-anaknya diminta membawa Kitab Suci.

Mikhael H Jawa memberikan penjelasan kepada Ranjit Hettiarachchi, the Chief Executive Officer of ACCU Bangkok ketika berkunjung ke Ende.

Mikhael H Jawa memberikan penjelasan kepada Ranjit Hettiarachchi, the Chief Executive Officer of ACCU Bangkok ketika berkunjung ke Ende.

Mikhael adalah seorang pekerja keras, disiplin dan rela berkorban. Dia sudah ada di kantor pukul 6.30 dan kembali pada malam hari. Dia memberitahu keluarganya bahwa pekerjaannya menuntut dia harus bekerja keras. Seperti petani jika ingin mendapatkan hasil yang berlimpah, dia harus bekerja keras, menanam dan menabur. Jika dia tanam tidak main-main, maka dia juga akan menuai hasil yang banyak.

Kesuksesan tidak pernah berpaling dari orang yang bekerja keras. Dia menghayati pekerjaannya sebagai panggilan. Kesetiaan dalam perkara-perkara kecil itu selalu menjadi jiwa dari panggilannya tersebut.

Ende, Juni 2011

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s