pendidikan

Mahasiswa Menolak Tambang di Mabar

ENDE  — Mahasiswa asal Manggarai Barat yang sedang mengenyam pendidikan di Kota Ende menolak rencana pemerintah yang memprioritaskan investasi tambang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Menurut mereka, pertanian dan masih banyak sektor lainnya yang belum digali pemerintah Manggarai Barat. Bahkan tambang bertentangan dengan pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu sektor andalan di Manggarai Barat.

Dalam sebuah diskusi terbatas di aula Pusat Pastoral Keuskupan Agung Ende, Sabtu (6/6) sekitar 40-an mahasiswa menegaskan lagi komitmen mereka bahwa kerusakan terhadap lingkungan akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat baik secara ekonomis, ekologis, dan kultural.

Dalam pernyataan sikapnya yang ditandatangani Ketua Badan Pengurus Perkumpulan Mahasiswa Manggarai Barat di Ende Hieronimus Gan, para mahasiswa mengatakan tambang akan merusak lingkunagan hidup, merusak tatanan sosio-kultur masyarakat Manggarai Barat. ”Masyarakat akan kehilangan lahan garapan, mempermiskin masyarakat, mengancam sektor pariwisata, dan menganggu tata ruang kota,” kata Gan.

Karena itu para mahasiswa mendesak pemerintah Manggarai Barat mencabut ijin pertambangan yang telah diberikan dan menghentikan semua kegiatan pertambangan. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk tidak termakan oleh janji-janji manis investor. ”Masyarakat harus menolak kegiatan tambang,” kata mahasiswa.

Mereka juga minta pemerintah untuk memperhatikan segi keberlanjutan ekologi dalam seluruh program pembangunan. Karena hal ini erat kaitannya dengan kehidupan generasi selanjutnya.
Para mahasiswa menghadirkan Pater Alex Ganggu SVD, yang telah lama bergelut di bidang lingkungan hidup dan Ketua JPIC SVD Ende.

Pater Alex dalam diskusi itu mengatakan, dia hanya mau memberikan kesadaran ekologis kepada peserta, sehingga pembahasannya tidak terbatas pada masalah tambang, melainkan keseluruhan konteks pembangunan.

Pater Alex menyitir buku Silent Spring karya Rachael Anderson yang diterbitkan 1962. Menurut dia, buku ini telah mengubah persepsi banyak orang di dunia mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Buku ini telah menginspirasi bahwa model pembangunan selama ini hanya mementingkan keuntungan ekonomis, tapi mengabaikan segi lingkungan hidup. ”Keuntungan ekonomi dibayar mahal oleh kerusakan lingkungan hidup,” katanya.

Dalam seluruh proses pembangunan dunia, lanjutnya, keuntungan ekonomi di dalam pembangunan itu dibayar mahal oleh negara-negara berkembang. Negara kaya yang jumlahnya hanya 20 persen menikmati 80 persen kekayaan dunia. Sedangkan 80 persen negara miskin merebut sisa 20 persen tersebut. ”Ironinya bukan kita yang menikmati sebagian besar dari kekayaan bumi kita, tetapi orang lain,” katanya.

Lokasi tambang di Batu Gosok, Manggarai Barat
Lokasi tambang di Batu Gosok, Manggarai Barat

Persoalan kita adalah bagaimana kita membangun daerah kita tanpa merusak lingkungan, tanpa mempermiskin masyarakat, dan membuat mereka terasing dari kultur mereka. Dia mengingatkan mahasiswa untuk berpikir global dan bertindak local (think gobally, act locally).

Hieronimus Gan dalam sesi diskusi mengatakan, luas lahan yang dikonsensi pemerintah cukup besar dan ini akan merugikan para petani Manggarai Barat. Padahal para petani sering perang tanding merebut lahan pertanian. ”Tanah itu aset yang berharga dan para petani jangan termakan janji-janji manis investor,” katanya.*

— frans obon

Iklan

4 thoughts on “Mahasiswa Menolak Tambang di Mabar”

  1. Saya sangat setuju dengan sikap teman2 yg menolak masuknya tambang ke Kabupaten Manggarai Barat karena dampak yang akan ditimbulkan sangat besar. Kita jangan hanya melihatnya dari segi ekonomi saja tetapi kita juga harus memperhatikan segi ekologi. Karena begitu banyak tempat di Indonesia yang dijadikan lahan tambang dan setelah merreka mengeruk habis semua sumberdaya yg ada didalamnya mereka akan meninggalkannya begitu saja mereka tidak melakukan pemulihan atau reklamasi lahan bekas tambang itu dengan baik dan kalaupun ada mungkin itu hanya kemuflase saja biar orang mengatakan bahwa mereka benar-benar menjalankan semua perjanjian yang tertuang dalam dokumen AMDAL dan mereka akan mencari lokasi yang baru lagi untuk dijadikan lahan tambang. Dan kepada ASE KAE Manggarai Jangan mau diiming-imingi oleh janji manis oleh orang hanya mau mengeruk Kekayaan Alam TANAH MANGGARAI. Juga Kepada rekan2 mahasiswa Manggarai dimanapun berada mari kita dukung perjuangan ASEKAE dite one Manggarai MENOLAK TAMBANG MASUK TANAH MANGGARAI DALAM BENTUK APAPUN.

  2. kok pemerintah L.Bajo..,,,kemana aj sih….pemikiran mereka????
    atau mungkin mereka merasa lebih baik….
    karna akan menjadi kaya raya bila tambang tersebut sukses???????

  3. Aku bangga, kita generasi mudah harus peduli lingkungan hidup. Kitalah penerus, jangan sampai kita mati karena kecerobohan pemerintah saat ini.

  4. Bravo…. buat semangat muda para pemuda, penerus generasi anak bangsa, Manggarai Barat untuk dengan segala upaya menolak semua bentuk explorasi dan exploitasi di wilayah Manggarai. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s