Oleh Frans Obon

ENDE — September mendatang Paroki Onekore, Keuskupan Agung Ende akan merayakan pesta emas atau usia 50 tahun. Panitia paroki telah beberapa kali menggelar pertemuan persiapan.

Altar paroki Onekore setelah direnovasi/photo by frans obon
Altar paroki Onekore setelah direnovasi/photo by frans obon

Pertemuan terakhir dilakukan di pendopo pastoran Onekore, Kamis (4/6). Pertemuan ini dihadiri Pastor Paroki Onekore Pater Tarsisius Djuang Udjan SVD.

Dalam pertemuan Kamis itu, para peserta pertemuan menegaskan lagi bahwa perayaan emas paroki akan dilakukan secara sederhana sesuai dengan kebijakan Keuskupan Agung Ende mengenai penyederhanaan pesta. Namun penyederhanaan pesta tidak menghilangkan unsur kemeriahan perayaan. Sebagian besar kegiatan akan berbasiskan di lingkungan. Hal ini didorong agar perayaan sungguh melibatkan umat dan menjadikannya perayaan umat.

Pater Tarsi Djuang Udjan menegaskan bahwa perayaan ini sedapat mungkin tidak memakan ongkos lebih besar melainkan lebih disederhanakan. Pertandingan-pertandingan olahraga yang menyita banyak waktu dan berpotensi konflik di lapangan dihilangkan.

Dia bilang perayaan emas paroki ini akan disesuaikan dengan semangat dan kebijakan Keuskupan Agung Ende agar pesta-pesta di lingkungan paroki lebih disederhanakan.

Pintu masuk samping kanan/photo by frans obon
Pintu masuk samping kanan/photo by frans obon

Puncak acara akan dilangsungkan di Paroki tanggal 21 September. Namun tiga hari sebelum perayaan puncak akan dibuat triduum dipusatkan di gabungan-gabungan.

Stefanus Rosi, yang menangani seksi liturgi menegaskan bahwa perayaan puncak nanti sifatnya inkulturatif dan koor akan melibatkan umat dari lingkungan-lingkungan. “Perayaan ekaristi sungguh akan menjadi perayaan umat,” katanya.

Agus Beu mengusulkan agar triduum dilakukan serentak pada jam yang sama di lingkungan-lingkungan sehingga ada suasana kebersamaan. Tridudum ketiga akan digelar diparoki, yang dihadiri oleh seluruh umat.

Menjelang perayaan emas ini, Paroki Onekore berhasil melaksanakan beberapa kegiatan seperti pengadaan tanah kubur paroki, pembangunan gereja stasi Puurere, rehabilitasi gedung Paroki Onekore.

Seluruh rencana persiapan pesta emas ini akan disosialisasikan kepada umat di lingkungan-lingkungan.