ENDE — Sudah sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke aula Paroki Wolotopo untuk menerima pengobatan gratis yang diberikan Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan yang berbasis di Jakarta, bekerja sama dengan Kongregasi Suster-Suster Pengikut Yesus (CIJ) dan Paroki Wolotopo, Kamis (25/6). Kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan dalam rangka pesta perak atau 25 tahun imamat Pater Bernard Beru SVD dan 75 tahun Kongregasi CIJ, yang dirayakan 25 Maret 2010 mendatang. Pesta perak imamat Pater Bernard Beru akan dilangsungkan di Ngalupolo, Minggu (28/6).

Dokter Irene Setiadi dan dokter Lukas Yusuf membagikan nonmor kepada pasien. Photo by frans obon
Dokter Irene Setiadi dan dokter Lukas Yusuf membagikan nomor kepada pasien. Photo by frans obon

Semula diperkirakan pasien yang akan berobat 400 orang, tetapi jumlahnya membengkak menjadi 600-an orang. Tim dokter dari Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan dan anggota rombongan beserta para suster CIJ tanpa lelah terus melayani semua pasien hingga seluruhnya tuntas. Dokter Irene Setiadi pada awal kegiatan membagikan nomor kepada pasien demi menghindari rebutan dalam menerima pelayanan pengobatan.

Dokter Lukas Yusuf mengatakan, sebagian besar pasien menderita penyakit saluran infeksi pernafasan atas (ISPA) dan penyakit kulit. Ada tiga dokter dari tim Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan Jakarta, ditambah dua dokter dari Ende. Para suster CIJ juga sibuk mengatur lalulintas pasien, mengurus obat-obatan dan pelayanan kesehatan lainnya. Tidak saja orang-orang tua yang ikut pelayanan gratis ini tetapi juga anak-anak muda.

Beberapa pasien menunggu giliran. photo by frans obon.
Beberapa pasien menunggu giliran. photo by frans obon.

Suster Elvarina CIJ mengatakan, kegiatan ini dibuat dalam rangka 75 tahun CIJ yang hari puncaknya 25 Maret tahun depan. Sebagai kongregasi pribumi, suster-suster CIJ ingin membagi kasih dan kegembiraan pada perayaan yubileum kepada masyarakat dengan pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan Jakarta. Selain pengobatan gratis, suster-suster CIJ juga memberikan pelayanan rohani, pengolahan makanan lokal bersama ibu-ibu.

“Kelompok sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat di stasi-stasi terpencil, yang jauh dari pelayanan kesehatan,” katanya.

Pastor Paroki Wolotopo Romo Stef Wolo Itu Pr berterima kasih kepada kelompok Jakarta ini karena pelayanan kasih yang mereka berikan. Dia bilang ini kesempatan kedua pengobatan gratis yang dilakukan di parokinya. Kali lalu digelar oleh BRI dan sekarang oleh Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan Jakarta. Menurut Romo Stef, kesehatan menjadi salah satu perhatiannya dalam mengembangkan komunitas basis di paroki tersebut.

Ditemukannya banyak penyakit kulit dan pernafasan akut dalam pelayanan kali ini menunjukkan bahwa “Kita perlu mendorong perubahan pola hidup sehat masyarakat. Air cukup banyak di Wolotopo. Karena itu penyakit kulit seperti kudis, panau dan gatal-gatal mestinya tidak ada”.

Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan didampingi para pendamping Sekami dan para suster CIJ juga menggelar pertemuan dengan anak-anak Sekami di halaman gereja. Aksi sulap disertai dengan cerita-cerita kitab suci oleh Bartholomeus Eddy Sjamsuri dan kawan-kawannya memukau hampir seratusan lebih anak-anak Sekami. Di akhir kegiatan tim membagikan tas sekolah dan alat-alat tulis.*

frans obon

Edisi, 26 Juni 2009 | 2