ENDE — Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Bekatigade Ende, Ngada, dan Nagekeo telah berganti nama menjadi Puskopdit Flores Mandiri. Perubahan dilakukan setelah para pengurus koperasi kredit di tingkat primer bersama para pengurus Puskopdit menggelar Rapat Anggota Khusus (RAK) untuk mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam pertemuan dua hari, Sabtu dan Minggu (5-6/2), bertempat di Puskopdit di Jln Melati No. 1 Ende. Perubahan nama ini berlaku sejak ditetapkan di Ende, 6 Februari 2011.

Rapat Anggota Khusus ini mengambil tema “Konsolidasi Organisasi Melalui Amandemen AD/ART”. Selain pergantian nama, RAK juga membahas soal hak suara dari masing-masing Kopdit berdasarkan jumlah anggota dan besarnya aset.

Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikhael H Jawa pada acara pembukaan, amandemen AD/ART itu perlu dilakukan untuk menjawabi perkembangan di dalam gerakan koperasi kredit. Perubahan statuta penting sebagai payung hukum di dalam gerakan koperasi kredit.
Menurut Mikhael, AD/ART lama tahun 1998 yang disahkan pemerintah 31 Maret 1999 telah berlaku selama kurun 12 tahun. “Sudah saatnya kita bicara payung hukum ke depan,” katanya.


Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Yoseph Dopo, memimpin rapat anggota khusus.

Nama Puskopdit Bekatigade Ende, Ngada, dan Nagekeo saat ini perlu diganti mengingat de facto wilayah kerja koperasi kredit di bawah naungan Puskopdit ini telah menjangkau kabupaten lain, seperti Kopdit Sangosay di Bajawa.

Bahkan Mikhael berkelakar, jika Kabupaten Ende dimekarkan, maka namanya ditambah lagi. “Nama dengan basis etnis seperti ini kita ganti untuk memudahkan gerakan koperasi kredit ke depan,” katanya.
Perubahan ini tidak saja soal nama, melainkan juga soal keanggotaan dan hak suara.

Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Yoseph Dopo pada acara pembukaan juga menegaskan lagi perlunya penyesuaian nama untuk memudahkan ekspansi wilayah kerja Puskopdit ke depan. Bahkan menurut dia, tidak mustahil ke depan, Puskopdit akan mengembangkan sayapnya ke Timor dan Sumba.

Dia minta koperasi kredit di tingkat primer bersaing secara sehat dalam merekrut anggota dan mendorong manajer mengelola aset anggota dengan baik.

“Kita harus bersaing dari segi anggota. Yang penting jangan baku senggol. Cari anggota sebanyak-banyaknya, aset kemudian. Anggota banyak, asetnya juga akan banyak, tapi kelola aset itu dengan baik-baik,” katanya.

Dia juga minta pengurus tidak ikut campur tangan terlalu banyak tapi juga tidak melepas begitu saja kepada manajer. “Pegang kekang itu ada di pengurus. Kalau tidak, nanti kita masuk jurang,” katanya, mengingatkan.

Theofilus Woghe, mantan pengurus Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Jakarta mengusulkan agar gerakan koperasi kredit mendorong pengembangan pembangunan kawasan. Dia mengatakan, gerakan koperasi kredit harus bisa melihat Flores sebagai sebuah kawasan pembangunan. Peran koperasi kredit adalah mendorong ke arah pembangunan Flores sebagai kawasan.

Setelah pembahasan di komisi, dalam hari kedua pertemuan, peserta sepakat dengan nama Puskopdit Flores Mandiri. Nama ini mulai digunakan dari sekarang.

RAT Puskopdit akan berlangsung 27-28 Mei mendatang, dan akan disatukan dengan peresmian kantor baru Puskopdit.*

frans obon

Flores Pos, edisi 9 Februari 2011