ENDE — Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam dituntut untuk mengelola perubahan-perubahan yang dihadapinya dengan memperkuat diri sebagai lembaga keuangan yang terpercaya dan profesional dalam pelayanannya.

Visi Kopdit Serviam adalah lembaga keuangan masyarakat yang terpercaya dan profesional 2015.

Manajer Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BENN, Mikhael H Jawa dalam sambutannya pada permbukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di aula BBK Ende, Minggu (30/1) menegaskan lagi perlunya koperasi kredit mengelola perubahan sehingga koperasi kredit sebagai lembaga keuangan dapat memanfaatkan perubahan itu untuk memperkuat jati diri dan keberadaannya.

“Dunia semakin berubah dan makin banyak lembaga keuangan hadir di wilayah kita. Kita juga bersaing di antara koperasi kredit. Kita bisa memenangkan persaingan itu kalau kita melakukan pembenahan dan menanggapi perubahan itu dengan menerapkan tata kelola yang baik, cepat tanggap dengan kondisi yang ada, dan melakukan langkah bijak dalam pemberian kredit,” katanya.


Ketua Kopdit Serviam Kosmas Lawa Bagho pimpin RAT
Dia bilang, banyak lembaga keuangan lainnya yang mulai membuka cabang pelayanannya di kota Ende. Bahkan ada lembaga keuangan yang datang ke pasar mingguan dan menawarkan kepada pedagang di pasar untuk menjadi anggota. Mereka melakukan pelayanan di tempat.

“Dulu kita kembangkan koperasi dari kota ke desa, sekarang ini dari desa ke kota. Perkembangan ini harus disikapi dengan baik dan menjadikannya peluang untuk melakukan pembenahan. Kalau kita respon terhadap perubahan itu dengan baik dan bijaksana, maka kita akan tetap memimpin perubahan,” katanya.

Juli tahun lalu, koperasi kredit di bawah Puskopdit BENN mengambil pola kebijakan pemberian kredit baru yakni setara jaminan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kredit macet di dalam gerakan koperasi kredit.
Dia bilang, RAT harus menjadi momen refleksi diri untuk melihat kembali apakah tiap anggota menyimpan teratur, meminjam secara bijaksana dan mengembalikan pinjaman secara teratur pula.

Kopdit Serviam, terbesar kedua di kota Ende setelah Kopdit Bahtera, perlu melakukan terobosan-terobosan baru. “Kopdit merupakan kumpulan orang miskin, tapi tidak miskin dalam cara pikir,” ajaknya.
Dia juga minta pelayanan harus profesional sehingga menciptakan loyalitas pada anggota, sekaligus menjadi daya tarik untuk mendapatkan anggota yang banyak.

Ketua Kopdit Serviam, Kosmas Lawa Bagho menegaskan, Kopdit Serviam telah berkembang pesat. Pada tanggal 19 Januari 1993, jumlah anggotanya hanya 27 orang dan modal Rp600 ribu, sekarang berkembang menjadi kopdit terbesar kedua di Ende. Kopdit Serviam telah memiliki kantor sendiri, berbadan hukum, dan mendapat penghargaan sebagai kopdit terbaik dari pemerintah Kabupaten Ende.

Per Desember jumlah anggota 1.789 orang, dengan aset Rp7,8 miliar.
“Kegiatan hari ini merupakan bentuk pemberdayaan diri dan kelompok agar bersama-sama keluar dari belenggu kemiskinan sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Dia menegaskan kembali kebijakan pinjaman setara jaminan untuk meminimalkan risiko kredit macet. Namun dia minta agar Kopdit Serviam kreatif dan berusaha menemukan ide-ide kreatif dan cemerlang untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan ke depan.

Ketua Panitia RAT Andreas Ngea pada pengantar pembukaan mengatakan, perkembangan yang besar yang dicapai Kopdit Serviam ini dibangun di atas kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kita bisa berbuat banyak dan bisa berbuat sesuatu.*

frans obon

Flores Pos edisi 31 Januari 2011