calon karyawan sangosayENDE — Sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu kepada anggota koperasi kredit, sebanyak 28 calon karyawan baru Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay digodok dalam kegiatan on job traning selama 60 hari di Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri di Jln Melati No. 1 Ende. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini ditutup dengan perayaan ekaristi di gedung Puskopdit yang dipimpin Pater John Dami Mukese SVD, Pemimpin Umum Harian Flores Pos.

Menurut Manajer Kopdit Sangosay, Lodofikus Lenga, ini untuk pertama kalinya Kopdit Sangosay merekrut calon karyawan dalam jumlah yang banyak. Para calon karyawan ini pada awal Agustus nanti akan ditempatkan di Bajawa, Mbay, Borong, dan Ruteng.

“Saya merasa terharu dan bahagia pada kesempatan ini karena tidak pernah menyangka Kopdit Sangosay telah berkembang menjadi besar seperti ini yang berawal dari sebuah Kelompok Studi Tabungan (KST) pada tahun 1977. Oleh karena itu peristiwa hari ini merupakan sejarah. Sejarah ini harus bisa menjadi motivasi untuk bekerja dengan jujur, setia, gembira, dan tulus,” katanya.

Lodo menegaskan, pelatihan dan pendidikan yang dilakukan selama 60 hari tanpa henti itu harus dijadikan modal untuk menumbuhkembangkan Kopdit Sangosay sehingga Sangosay menjadi wadah ekonomi yang berahmat bagi orang lain.

Kopdit Sangosay pada tahun 2012 ditetapkan menjadi salah satu koperasi kredit unggul nasional oleh pemerintah pusat dan Ketua Kopdit Sangosay Yoseph Dopo mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada perayaan Hari Koperasi Nasional 12 Juli 2012 di Palangkaraya.

Data per Juni 2012, kekayaan Kopdit Sangosay sebesar Rp170,41 miliar lebih, dengan total simpanan Rp142,52 miliar lebih dan saldo pinjaman sebesar Rp147,74 miliar lebih. Simpanan non saham seperti Simpanan Pelajar Ingin Pintar (Sipintar) sebesar Rp1.232.564.316 dengan jumlah pelajar 4.274 orang. Simpanan Tabungan Pendidikan (Sibudi) Rp17.085.659.977 dengan jumlah anggota sebanyak 6.587 orang. Jumlah anggota Kopdit Sangosay Juni 2012 sebanyak 15.856 orang, yang terdiri dari Kantor Pusat Bajawa 5.034 orang, Cabang Bajawa 3.126, Cabang Mbay 4.589, Cabang Borong 695 orang dan Cabang Ruteng 2.412 orang (Flores Pos, 24 Juli 2012).

Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikhael Hongkoda Jawa menegaskan, kegiatan on job training selama 60 hari itu adalah bagian dari komitmen bersama untuk melayani orang lain dengan lebih baik. Sebanyak 28 orang calon karyawan ini adalah hasil dari seleksi sekitar 500 orang pelamar. Setelah melewati proses seleksi yang ketat dan telah digembleng selama 60 hari, Mikhael berharap, para calon karyawan ini dapat berubah dan memilik etos kerja yang luar biasa. “Cara kerja yang memiliki standar baku dan profesional,” katanya.

Dikatakan, gedung boleh bagus dan aset boleh besar, namun semua itu tidak menjamin koperasi bisa bertahan dan berkelanjutan. Sebab menurut Mikhael, agar gerakan koperasi berkelanjutan dan berkembang, diperlukan sumber daya manusia yang bermutu dan siap memberikan pelayanan yang bermutu pula. Pelayanan yang bermutu, katanya, hanya bisa diberikan oleh sumber daya manusia yang bermutu pula.

“Kamu harus berubah dan beralih dari mentalitas kerja lama ke cara kerja yang dilandasi oleh spiritualitas iman. Kamu harus melakukan spiritualitas passing over,” ajak Mikhael.

John Sambung, seorang peserta on job training, dalam pesan akhirnya kembali menegaskan komitmen mereka untuk bekerja secara profesional dan menjadikan pengetahuan yang didapat selama kegiatan “sebagai mutiara yang tidak pernah hilang”.

Sedangkan Pater John Dami Mukese SVD dalam kotbahnya menegaskan pentingnya unsur pelayanan dalam gerakan koperasi kredit yakni “memberikan pelayanan yang memudahkan dan menggampangkan orang lain untuk mencapai apa yang mereka harapkan dan mereka impikan”.

Mengulas tema perayaan tentang garam, terang dan ragi (Tegar), Pater Dami memberikan tiga nilai dasar yang harus menjadi bagian dari pelayanan yang diberikan oleh koperasi kredit yakni memberi dengan diam-diam, memberi energi pada orang lain, dan memberi dengan tidak mendapatkan apa-apa. Garam, terang dan ragi akan kehilangan wujud dan identitasnya dan justru oleh karena itu garam, terang, dan ragi mendapat nilainya yang unggul.

“Yesus menggunakan simbol garam, terang, dan ragi ini untuk jati diri pengikutnya agar mereka memberi inspirasi, terang, dan pencerahan kepada orang lain tapi tidak pernah dapat diambil kembali,” katanya.

Oleh karena itu Pater Dami mengajak para calon karyawan untuk bekerja dan memberikan pelayanan dengan tulus, gembira, dan setia. “Karena bekerja dengan gembira akan mendatang kebahagiaan, bekerja dengan kejujuran akan mendatangkan kedamaian, dan bekerja dengan setia akan mendatangkan pahala,” katanya.*

Frans Obon

Flores Pos edisi 26 Juli 2012