Mikhael Hongkoda Jawa serahkan bantuan kepada Pater Yosef Seran SVD

ENDE — Gerakan koperasi kredit di bawah Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri menyumbangkan dana sebesar Rp10 juta untuk kepentingan konservasi lingkungan hidup oleh Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (Justice, Peace and Integrity of Creation) Provinsi SVD Ende, Rabu (15/8) di Biara Santo Yoseph Ende.

Sumbangan ini diberikan Manajer Puskopdit Flores Mandiri Mikhael H Jawa kepada Rektor Biara Santo Yoseph Ende Pater Yosef Seran SVD, disaksikan Wakil Rektor Biara Santo Yoseph Pater John Dami Mukese SVD, Ekonom Provinsi SVD Ende Pater Salomon Hadia Palma SVD, Pater Alex Ganggu SVD dan Bruder Ande Rali SVD, Bruder Yakobus Pajo SVD, Bruder Gabriel G Kabelen SVD dan Kosmas Lawa Bagho dari Puskopdit Flores Mandiri.

Gerakan koperasi kredit, kata Mikhael sebelum memberikan sumbangan, memiliki kepedulian dan komitmen untuk mendukung gerakan konservasi lingkungan di seluruh Flores. Komitmen itu sudah mulai dibicarakan beberapa tahu silam, tapi belum bisa dilaksanakan. “Sudah beberapa tahun silam gerakan koperasi kredit sudah membahas soal tanggung jawab sosial koperasi kredit untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan hidup. Tapi komitmen ini belum bisa dilaksanakan,” kata Mikhael.

Karena gerakan koperasi kredit pada awalnya diinspirasi karya besar Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) dan Gereja Katolik melalui Delegatus Sosial (Delsos) Keuskupan Agung Ende di mana saat itu Ketua Delsos Pater J B Baack SVD, maka tepat pada perayaan 100 tahun Misi SVD di Nusa Tenggara, konservasi lingkungan hidup menjadi entry point untuk dilakukan kerja sama antara gerakan koperasi kredit dan Serikat Sabda Allah dan Gereja Katolik.

Pater Alex Ganggu SVD, Pater John Dami Mukese SVD, Mikhael H Jawa, Pater Yosef Seran SVD

“Dana sosial yang kami miliki tidak banyak, tetapi paling penting kita punya langkah dan komitmen bersama agar Flores tetap hijau dan lestari. Kita bisa bangun kemitraan, berjalan bersama dan bergandengan tangan,” katanya.

Mikhael, alumnus Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero ini, mengatakan, gerakan koperasi kredit sudah makin meluas dan mendapat tempat di masyarakat. Kekayaan terus bertambah. Dengan itu koperasi kredit menjadi lembaga keuangan yang makin diminati. Namun pertumbuhan yang makin bagus ini bukan tanpa godaan. “Kami bisa terjerambab dalam mamon,” katanya.

Oleh karena itu Mikhael meminta Serikat Sabda Allah menjalin kemitraan dengan gerakan koperasi kredit dan menjadi “konsultan rohani” untuk membangun spiritualitas sehingga gerakan koperasi kredit tidak melupakan semangat awal dan nilai-nilai dasarnya. “Kami tidak akan pernah melupakan siapa yang memulai karya pastoral Gereja dalam bidang ini,” katanya.

Pater Alex Ganggu SVD menyerahkan anakan pohon kepada Mikhael H Jawa.

Rektor Biara Santo Yoseph Ende, Pater Yosef Seran SVD mengatakan, baik Kapitel Rumah, Kapitel Provinsi, maupun Kapitel General di Roma Juli 2012 lalu, telah menjadikan JPIC sebagai salah satu prioritas penting. Isu lingkungan hidup menjadi salah satu prioritas. Selain itu isu migran dan perantau dimasukkan sebagai salah satu bidang yang akan ditangani Komisi JPIC.

Pater Alex Ganggu SVD dari Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) Provinsi SVD Ende mengatakan, gerakan lingkungan hidup yang getol diperjuangkan oleh JPIC selama ini dilandaskan pada konsep bahwa kita membangun relasi tidak saja dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan lingkungan hidup.

“Itulah alasannya mengapa JPIC getol dalam persoalan tambang. Karena masalah tambang bukan saja soal sosial ekonomi, tetapi lebih jauh dari itu adalah soal keutuhan ciptaan,” katanya.

Foto bersama usai penyerahan sumbangan.

Dengan adanya komitmen dari gerakan koperasi kredit yang mendukung pemeliharaan lingkungan hidup ini, kata Pater Alex yang 10 Juli 2012 lalu merayakan 40 tahun imamatnya, menjadi titik balik baru bahwa gerakan lingkungan hidup selama ini bukanlah gerakan kelompok tertentu saja. “JPIC juga menghendaki agar pemeliharaan lingkungan hidup adalah gerakan semua orang”.

Menurut Pater Alex, komitmen dan dukungan koperasi kredit dalam gerakan lingkungan hidup menjadi satu momen baru untuk “membangun jaringan kerja sama baru dan kalau makin banyak orang memiliki kepedulian yang sama dan melakukan hal yang sama sesuai dengan kemampuan masing-masing, maka suatu saat gerakan lingkungan hidup menjadi gerakan semua orang”.

“Karena tadi Pak Mikhael mengatakan, mereka tidak akan pernah melupakan sejarah. Mereka akan meneruskan semangat SVD dan minta dukungan dari SVD dan Gereja. Mereka juga siap dukung dan melanjutkan karya-karya pioner dari SVD. Tinggal sekarang bagaimana kita membangun kemitraan dan kerja sama itu,” katanya.*

Oleh frans obon

Flores Pos, 21 Agustus 2012