pertemuan para siswa1 ENDE — Sebanyak 31 orang anak para pengurus koperasi kredit di bawah Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri mengikuti pelatihan di Puskopdit Flores Mandiri selama tiga hari (18-20/8/2012). Pertemuan kali ini difokuskan pada para siswa sekolah lanjutan atas (SLTA) dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo, setelah dua pertemuan yang sama sebelumnya menghadirkan para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikhael H Jawa mengatakan, pertemuan anak-anak pengurus koperasi kredit ini digelar selain mau membangun solidaritas di kalangan gerakan koperasi kredit terutama bagi anak-anak, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membentuk karakter para siswa agar menjadi pribadi yang unggul, jujur, dan bertanggung jawab.

Menurut Mikhael, pelatihan ini dimaksudkan memotivasi anak-anak untuk bekerja keras, menghargai nilai-nilai kejujuran dan disiplin dalam menggunakan uang. “Jangan sampai kerja keras dari ayah mereka bertahun-tahun melalui tabungan di koperasi dihabiskan oleh anak-anak mereka,” kata Mikhael, Senin (20/8).

Aneka kegiatan selama pelatihan tiga hari itu bermuara pada pembentukan motivasi dan disiplin diri serta membentuk karakter pribadi yang unggul, yang tahu bersyukur kepada Tuhan, menghargai kerja keras orangtua, dan disiplin dalam menggunakan uang.

Pelatihan ini memperhitungkan komposisi gender terdiri dari 15 laki-laki dan 16 perempuan, yang berasal dari Koperasi Kredit Boawae 12 orang, Kopdit Sartika 8 orang, Kopdit Sangosay 6 orang, Kopdit Bahtera 3 orang, dan Kopdit Malajaya 2 orang.

“Anak-anak Kopdit harus memantulkan jati dirinya, membangun persaudaraan dan cinta kasih dan disiplin dalam menggunakan uang. Buku harian keuangan yang Anda tulis hanyalah alat, tapi di balik itu ada nilai yang mau diperjuangkan yakni bertanggung jawab dan disiplin menggunakan uang,” kata Mikhael.

Mikhael mengingatkan para siswa bahwa kemajuan koperasi kredit saat ini adalah hasil kerja keras dan keringat dari para pendiri, perintis, dan orangtua mereka. Koperasi kredit terus bertumbuh menjadi kuat dan profesional, tetapi di masa depan koperasi kredit terletak di tangan para siswa.

“Pada generasi kamu ke depan koperasi kredit telah menjadi besar. Tumbuhkembangkan nilai-nilai solidaritas, pendidikan, dan kemandirian yang telah ditanamkan oleh orangtua kamu,” ajaknya.

Pertemuan ini diisi pula dengan rekoleksi yang dibawakan Pater Elias Doni SVD, yang disatukan dengan perayaan ekaristi. Pater Elias menegaskan bahwa persaudaraan dan kebersamaan sejati hanya ada dalam Tuhan. Di dunia ini kebersamaan dan persaudaraan dinilai dengan uang dan materi. “Itu yang kita kenal dengan kebersamaan dan persaudaraan palsu,” kata Pater Elias.

Kesejatian diri juga, kata Pater Elias, ada dalam hati kita. Karena hati kita menyaring hal-hal buruk agar tidak masuk ke dalam hati kita. “Hati nurani kita setiap detik memiliki sintesa untuk membersihkan kita dari sikap boros, pola hidup konsumtif, dan membangun karakter hidup hemat dan mulai menabung dari uang jajan yang diberikan orangtua,” katanya.

Ibu Filomena Peti menyerahkan hadiah lomba
Kosmas Lawa Bagho, salah satu tim pendamping, mengatakan, pada pertemuan ini diberikan bahan sejarah dan dinamika gerakan koperasi kredit dengan tiga nilai dasarnya yakni pendidikan, kemandirian, dan solidaritas. Diharapkan, dengan pertemuan ini para siswa akan bertumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mendapatkan nilai-nilai agar bisa melanjutkan gerakan koperasi kredit ke depan. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter.

Paskalis X Hurint, pendamping lainnya mengatakan, dengan memahami jati diri koperasi, para siswa bisa mengenal prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai moral dari gerakan koperasi kredit. Kemudian mereka bisa belajar untuk membangun jati diri mereka di atas fondasi nilai-nilai.

Inda Lenga, peserta dari Kopdit Sangosay, usai pertemuan mengatakan, dia senang bisa ikut pertemuan ini karena memberikan manfaat. Siswa Kelas III SMAN I Bajawa ini mengatakan, pelatihan dan pendampingan yang diberikan telah memotivasi dia untuk disiplin menggunakan uang. Sesuai dengan rencana tindak lanjut yang dibuat, dia akan menabung Rp1.000 per hari dari uang jajannya di koperasi kredit.

“Saya akan menceritakan kepada teman-teman tentang pertemuan ini dan perlunya menerapkan pola hidup hemat. Karena ada teman-teman yang tergolong boros menggunakan uang,” katanya.

Dalam pertemuan ini, digelar berbagai lomba sebagai sarana uji ketangkasan, kecerdasan, dan terutama sikap mental bertanggung jawab dan menghargai yang menang dan kalah.

Lomba cerdas cermat seputar dunia koperasi: juara I diraih Kopdit Sangosay, juara II diraih Kopdit Boawae, juara III Kopdit Bahtera. Mengetik cepat: juara I diperoleh Zother Sonata (Kopdit Bahtera), juara II Maria Y. T. Bupu Rinu (Kopdit Sangosay), juara III Maria F. Elo Tegu (Kopdit Bahtera). Catur dimenangkan Zother Sonata (Kopdit Bahtera), juara II Elphianus Soro Wea (Kopdit Boawae), juara III diraih Yosef A. P. Dopo (Kopdit Boawae), juara IV diraih oleh Inda Lenga (Kopdit Sangosay). Baca puisi: juara I diraih Inda Lenga (Kopdit Sangosay), juara II oleh Maria E. O. Oy (Kopdit Boawae), juara III diraih Priska Wea (Kopdit Sangosay) dan pop singer, juara I diraih Thesa Rato (Kopdit Sangosay), juara II oleh Maria E. O. Oy (Kopdit Boawae) dan juara III diraih Priska Wea (Kopdit Sangosay).*

Oleh frans obon

Flores Pos, 23 Agustus 2012