Mikhael H Jawa
Mikhael H Jawa

Oleh Frans Obon

ENDE — Para pengurus dan pengawas koperasi kredit di bawah Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri mengikuti pelatihan manajemen kepengawasan dan akuntansi dasar selama tiga hari (21-23/8/2012) di aula Puskopdit di Jln Melati.

Pelatihan ini diikuti 79 peserta, terdiri dari 23 orang mengikuti pelatihan manajemen kepengawasan dan 46 orang mengikuti latihan akuntansi dasar.

Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikhael H Jawa pada acara penutupan, Kamis (23/8) menegaskan, pelatihan akuntansi dasar dan manajemen kepengawasan ini adalah medium untuk meningkatkan kompetensi pengawas dan pengurus dalam gerakan koperasi kredit.

“Kita mengharapkan agar para pengurus dan pengawas yang telah memahami akuntansi dan manajemen kepengawasan bisa mengambil keputusan yang benar. Para pengawas bisa melakukan pengawasan internal secara baik,” kata Mikhael.

Dari berbagai pengalaman, kata Mikhael, meski gerakan ini telah memasang label besar sebagai lembaga keuangan yang profesional, namun dalam praktiknya masih ditemukan sejumlah kendala. Dengan demikian pelatihan ini dimaksudkan sebagai medium terbangunnya sistem dalam gerakan koperasi kredit. Sebab core business koperasi kredit adalah simpan pinjam. Oleh karena itu pemahaman akuntansi dan manajemen pengawasan menjadi penting.

“Namun pelatihan manajemen pengawasan dan akuntansi dasar bagi para pengurus dan pengawas ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi dan peran manajemen. Kita tetap memberikan keleluasaan pada manajemen, tetapi pengurus dan pengawas tidak akan pernah mengalihkan tanggung jawabnya,” katanya.

pertemuan pengawas koperasi

Sering pula, lanjutnya, terjadi perbedaan dan benturan antara pengurus dan pengawas dengan manajemen. Akarnya lebih disebabkan karena tidak adanya pemahaman dan kompetensi yang memadai.
Oleh karena itu dalam tiga tahun ke depan, Puskopdit akan memberi prioritas yang proporsional kepada peningkatan kompetensi pengurus dan pengawas. Para pengurus dan pengawas dalam pelatihan lanjutan akan diperkenalkan dengan teknologi (komputerisasi) sehingga mereka lebih familiar.

Petrus Mame Rabha, wakil dari kelompok pengawas, pada acara penutupan memberi apresiasi pada pelatihan ini, apalagi pelatihan diisi pula dengan acara pembinaan rohani. Pelatihan ini tidak cukup dalam tiga hari, tetapi terpenting adalah bagaimana tindak lanjutnya ke depan. “Pelatihan hari ini merupakan awal dari pelatihan selanjutnya,” katanya.

“Namun pelatihan manajemen pengawasan dan akuntansi dasar bagi para pengurus dan pengawas ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi dan peran manajemen. Kita tetap memberikan keleluasaan pada manajemen, tetapi pengurus dan pengawas tidak akan pernah mengalihkan tanggung jawabnya,”

Domi Begu, wakil kelompok pengurus, mengatakan, dengan latarbelakang peserta pelatihan yang beragam, pemahaman terhadap akuntasi juga berbeda-beda. “Jujur saja pemahaman kita masih samar-samar. Tugas kita bersama untuk terus belajar. Dengan belajar kita bisa melakukan peran kita sebagai pengurus dan pengawas. Kita bangga dengan kemajuan gerakan koperasi kredit. Kemajuan koperasi kredit saat ini adalah kebanggan kita bersama dan kebanggaan masyarakat Flores,” katanya.