ilustrasi
ilustrasi
Oleh Frans Obon

TIM terpadu yang dibentuk pemerintah Kabupaten Lembata akan melakukan penertiban depot air minum di Kota Lewoleba. Yang akan dicek oleh tim adalah izin pengoperasian depot air minum dan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air guna mencegah dan menghindari e-coli (Flores Pos edisi, 18 Juni 2011).

Pemeriksaan izin pembukaan depot air minum tidak hanya pertama-tama untuk mengetahui aktivitas ekonomi masyarakat, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan peningkatan pendapatan asli daerah, tetapi juga memberikan jaminan hukum bagi perlindungan kesehatan masyarakat.

Dengan demikian pemberian izin operasi pada satu sisi telah mengharuskan pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap kualitas produk yang dijual kepada konsumen. Dalam kerangka itulah pemeriksaan rutin terhadap kualitas air yang dijual oleh depot air minum wajib dilakukan.

Perlindungan konsumen menurut UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Undang-undang ini (Pasal 4) mengatur soal hak konsumen. Dalam konteks penertiban depot air minum, ada dua hak yang harus dipenuhi. Pertama, hak atas kenyamanan, keamanan, keselamatan dalam mengkonsumsi barang; kedua, hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi barang.

Sedangkan kewajiban pelaku pengusaha adalah beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya; memberi informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi barang, dan menjamin mutu barang yang diperdagangkan.

Oleh karena tanggung jawabnya terhadap kehidupan publik, pemerintah punya kewajiban untuk melakukan penertiban dan pemeriksaan rutin mengenai barang yang diperdagangkan. Operasi makanan kedaluwarsa di berbagai tempat penjualan, misalnya, adalah bagian dari perintah undang-undang yang harus dilaksanakan oleh pemerintah.

Yang menjadi masalah selama ini adalah pemerintah tidak melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap keamanan dan kenyamanan barang yang diperdagangkan di pasar. Operasi penertiban umumnya dilakukan menjelang hari raya.

Tentu tujuannya adalah untuk mencegah kemungkinan terburuk secara massal karena tingkat konsumsi pada hari raya meningkat. Padahal, pemeriksaan sesungguhnya adalah untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit dan dampak buruk dari pemakaian barang yang tidak aman dan nyaman dikonsumsi.

Operasi seperti ini yang momental sifatnya sama sekali tidak menguntungkan bagi perlindungan kesehatan konsumen. Kita memang lebih suka mengobati daripada mencegah. Hal itu bisa dilihat dari pendapatan asli daerah di Flores. Rumah sakit pemerintah memberikan kontribusi paling besar terhadap pendapatan asli daerah. Ini artinya tingkat kerentanan kesehatan masyarakat kita cukup tinggi.

Sebagian besar dari penyakit yang ditimbulkan adalah akibat dari kelalaian kita. Bukan saja karena ketidaktahuan dan kekurangan informasi atas kenyamanan barang yang dikonsumsi oleh masyarakat, tapi ketidakseriusan dari pemerintah kita untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Itu merata dari Flores Barat hingga Flores Timur, termasuk Lembata.

Bentara, Flores Pos 20 Juni 2011