Uskup Vincent Sensi Potokota memberikan sakramen Krisma di Paroki Onekore.
Uskup Vincent Sensi Potokota memberikan sakramen Krisma di Paroki Onekore (@frans obon).

ENDE — Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota meminta 1.250 siswa yang menerima sakramen Krisma di Paroki Onekore, Minggu (28/11/2011) untuk membarui diri dan lingkungan yang tidak lagi indah sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Kejadian.

“Semua kita adalah bagian dari bumi yang rusak itu. Kalau kita memahami dan mengerti diri kita sebagai bagian dari bumi yang rusak itu, maka kita perlu membaruinya, tapi harus dengan bantuan Tuhan,” kata Uskup Agung ini dalam kotbahnya.

Mendampingi Uskup Agung adalah Vikjen Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr, Pastor Paroki Onekore P Tarsis Djuang Udjan SVD, P Vincent Neonbasu SVD, Pastor Paroki Katedral Romo Reginaldo Piperno Pr, Pastor Paroki Mautapaga Romo Klemens Soa Pr dan Wakil Vikep Ende Romo Stefanus Wolo Itu Pr. Penerima Krisma berasal dari tiga paroki di dalam Kota Ende, Paroki Onekore, Mautapaga, dan Katedral.

Dalam misa yang dimeriahkan koor dari SMPK Santa Ursula Ende ini, dengan musik angklung dari para siswa, Uskup Agung ini menegaskan lagi perlunya para siswa berperan untuk membarui bumi mulai dari diri, keluarga, dan lingkungan serta di sekolah-sekolah.
Uskup mengajak para siswa untuk bekerja keras, tekun belajar, dan menghindari mentalitas cari gampang.

“Kita diajak untuk memperbaiki diri kita menjadi lebih baik. Kita butuhkan Roh Kudus untuk membarui diri. Kita butuh rahmat untuk membarui diri,” kata Uskup.
Uskup mendorong para siswa untuk mengambil bagian dalam membarui dunia dan lingkungannya mulai dari diri sendiri. “Jangan pernah esok lusa anak-anakku mau cari gampang, suka nyontek, tidak mau belajar keras, malas, santai. Karena tidak mau belajar keras, maka tergoda untuk membeli soal jawaban. Masa depanmu ada di tanganmu sendiri”.

“Buatlah hidup kita berarti bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan. Jadilah terang dan pembawa damai di mana kita ada,” ajak Uskup.

Raynoldi Oktora, siswa SMAK Syuradikara dalam sambutannya mewakili penerima Krisma mengatakan, “Kami semua merasa gembira dan bersyukur karena telah menerima sakramen Krisma. Kami bersyukur karena dengan ini kami menjadi saksi Kristus dalam terang Gereja”.

Rey, sapaan akrabnya, mengatakan, dengan menerima sakramen Krisma, “Kami telah menerima daya ilahi. Kami menjadi putra dan putri gereja yang harus berani memberikan kesaksian tentang Kristus di tengah dunia”.

Dia mengaku, para siswa tengah menghadapi perubahan-perubahan dunia yang begitu cepat yang bisa membuat mereka menjadi baik atau menjadi buruk. Namun dia bertekad, dengan bantuan Tuhan, mereka bisa memperbaiki diri dan berani memberikan kesaksian.

“Inilah timingnya untuk memperbaiki diri, timing untuk memperbaiki bumi yang rusak itu,” katanya. Dia minta doa uskup dan para imam agar para siswa memperoleh kekuatan dan ketekunan serta keberanian untuk “mengubah diri”.

Mendegar sambutan ini, Uskup dalam sambutannya, mengatakan, dia bergembira dengan tekad pada siswa. “Kata-kata yang disampaikan oleh wakilmu tadi, membuat bapak uskupmu bangga”. Uskup kembali mengajak para siswa untuk mendekatkan diri pada Tuhan dengan meninggalkan sikap malas, santai dan cari gampang “sebagai bukti bahwa kamu telah menerima sakramen Krisma”.*

— frans obon