Ketua Puskopdit Flores Mandiri Petrus Lengi meluncurkan website Puskopdit Flores Mandiri.
Ketua Puskopdit Flores Mandiri Petrus Lengi meluncurkan website Puskopdit Flores Mandiri.
Oleh Frans Obon

ENDE — Pusat Koperasi Kredit (Puskodpit) Flores Mandiri meluncurkan website dengan alamat puskopditfm.co.id sebagai sarana informasi dan syering pengalaman gerakan koperasi kredit dalam membangun ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus jawaban gerakan koperasi kredit atas perubahan lingkungan bisnis baik nasional maupun global sebagai dampak kemajuan teknologi informasi saat ini. Laman Puskopdit Flores Mandiri ini merupakan sumber informasi bagi gerakan koperasi kredit dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Flores.

Peluncuran website Puskopdit Flores Mandiri ini dilakukan Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Petrus Lengi di aula Puskopdit Flores Mandiri, Jumat (12/7). Bersamaan dengan itu website Koperasi Kredit Bahtera juga diluncurkan oleh Ketua Kopdit Bahtera Ende Andreas Reku dan website Kopdit Boawae dilakukan pengurus Kopdit Boawae Eddy Lena Djago.

Mikhael H Jawa
Mikhael H Jawa

Manajer Puskopdit Flores Mandiri Mikhael Hongkoda Jawa mengatakan, peluncuran website Puskopdit Flores Mandiri dan website Kopdit Bahtera Ende dan Kopdit Boawae Nagekeo merupakan sejarah penting bagi gerakan koperasi kredit di Flores terutama dalam bidang informasi dan teknologi (IT).

Tiga website ini dirancang Deni Sumadio, seorang konsultan IT dan relawan antar-pulau yang bernaung di bawah VSO (Volunteer Service Overseas) dan melatih 7 orang peserta yakni Asis Parera dan Venan Salali (Kopdit Boawae), Yulianto Widi Torar dan Evensius Kristianus Nono (Kopdit Sangosay), Yan Jawa (Kopdit Bahtera ) serta Yohanes E. Seda dan Oswaldus Romanus Minggu (Puskopdit Flores Mandiri). Pelatihan dilakukan selama 38 hari dari tanggal 5 Juni hingga 12 Juli 2013, berlangsung di Puskopdit Flores Mandiri.

Menurut Mikhael, koperasi kredit di Flores perlu membenahi dirinya, meningkatkan kapasitasnya dan kompetensinya dengan berbagai inovasi di bidang teknologi untuk menjawabi perubahan lingkungan eksternal dan internal gerakan koperasi kredit. Hal ini merupakan implementasi dari 4 prinsip dasar dalam gerakan koperasi kredit yakni pendidikan, swadaya, solidaritas dan inovasi.

Jauh sebelumnya gerakan koperasi kredit di Flores telah membarui manajemen keuangannya dengan menggunakan IT. Seluruh sistem kerja di kalangan gerakan koperasi kredit telah dilakukan melalui proses komputerisasi.

Para pengurus Puskopdit
Para pengurus Puskopdit

Peluncuran website ini, kata Mikhael, adalah langkah awal, sebab selanjutnya 7 orang yang telah mendapat pelatihan ini akan mengisinya dengan berbagai data dan informasi mengenai gerakan koperasi kredit. Namun Mikhael minta informasi yang diberikan kepada publik harus pula dikonsultasikan kepada manajemen dan pengurus sebagai penanggung jawab.

Jah lebih penting dari itu, para peserta pelatihan perlu terus menerus meng-up date diri dan kemampuan, serta  membagikan pengetahuan yang diterima selama pelatihan kepada orang lain. “Karena semakin orang memberi dan membagi, semakin dia memperkaya dirinya sendiri. Tujuh orang yang telah mendapat pelatihan ini perlu membagi pengetahuan kepada generasi berikutnya atau 7 orang peserta pertama adalah pioner,” katanya.

Seorang peserta pelatihan Asis Parera dalam sambutannya mengatakan, banyak sekali pengetahuan yang mereka peroleh dalam pelatihan selama 38 hari ini. “Saya tidak bisa bilang kami semua sudah jago tetapi kami bisa mahir mengaplikasikannya,” kata Asis.

puskopit

Sementara Deni Sumadio memuji para peserta pelatihan, kendati tidak memiliki background studi komputer tetapi “cerdas dan mampu mengaplikasikan” materi yang diberikan. Sebelum pelatihan dimulai, Deni yang pada malam itu mengenakan pakaian adat Ende-Lio dan dikalungi selendang Nagekeo oleh Ketua Kopdit Boawae Petrus Lengi, melakukan wawancara dengan peserta pelatihan untuk mendapatkan harapan dan cara pandang peserta. “Ternyata hasilnya melampaui ekspetasi saya. Luar biasa,” katanya, memuji.

Deni yang telah mendatangi berbagai daerah di Indonesia Timur mengaku merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat Flores terutama orang-orang dari gerakan koperasi kredit. “Yang saya berikan di sini sedikit, tetapi yang saya dapat banyak,” katanya, sambil berjanji akan terus membantu tim 7 peserta pelatihan untuk menjawabi pertanyaan dan memberikan pendampingan.

“Mereka juga bisa menjadi trainer di koperasi. Saya jamin mereka bisa menjadi fasilitator praktik komputer ke depan,” katanya.

Sedangkan Ketua Puskopdit Flores Mandiri Petrus Lengi menilai, penggunaan IT dalam gerakan koperasi kredit terutama pembukaan website Puskopdit Flores Mandiri merupakan “sebuah karya besar” bagi kemajuan koperasi kredit. Sebab dengan website ini, “Kita akan mewartakan kepada dunia bahwa kita ada, kita telah melakukan sesuatu bagi kemajuan ekonomi masyarakat”.

puskopdit1

Gerakan koperasi kredit, katanya, perlu merespon perubahan terutama perubahan teknologi informasi. Dalam pertemuan dengan manajemen dan pengurus koperasi kredit, selalu dibahas mengenai “langkah besar dan strategis” untuk menjawabi perubahan. “Komitmen ini mendapatkan dukungan dari primer agar pengurus selalu melakukan perubahan”.

“Kita akan terus melakukan loncatan besar dalam menjawabi perubahan. Jadikan sarana ini untuk mewartakan kepada dunia apa yang kita kerjakan, apa yang kita lakukan untuk kesejahteraan anggota. Kita bisa berbuat sesuatu. Kita memberikan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat, kita kerja keras dan kita akan terus melakukan perubahan secara signifikan,” katanya.*

— frans obon

Flores Pos edsi 6 Juli 2013