Peserta pelatihan, Kristin memberikan kesan singkat pada acara penutupan di depan Dede Farhan Aulawi dan Mikhael H Jawa.
Peserta pelatihan, Kristin memberikan kesan singkat pada acara penutupan di depan Dede Farhan Aulawi dan Mikhael H Jawa.

Oleh Frans Obon

ENDE — Sejalan dengan pertumbuhan anggota koperasi kredit yang terus meningkat dan pertumbuhan anggota tersebut mencerminkan pula tingkat kepercayaan masyarakat terhadap gerakan koperasi kredit, maka Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri mengadakan pelatihan keterampilan komunikasi demi meningkatkan dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada para anggota.

Sebanyak 49 peserta yang berada di front office pelayanan di koperasi kredit dan berbagai bidang lainnya mendapat pelatihan selama tiga hari (18-21 Juli 2013), yang diberikan Dede Farhan Aulawi, dengan materi pelatihan keterampilan berkomunikasi, how to smile, dan customer services, dan disertai pelatihan meditasi.

Manajer Puskopdit Flores Mandiri Mikhael Hongkoda Jawa mengatakan, gerakan koperasi kredit komit dan akan terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota. Pertumbuhan anggota koperasi kredit yang demikian pesat setiap tahun telah mengharuskan gerakan ini untuk terus menerus meningkatkan pelayanannya.

“Pertumbuhan anggota koperasi kredit yang begitu besar menerminkan tingkat kepercayaan (trust) masyarakat yang tinggi terhadap gerakan ini. Kepercayaan yang begitu tinggi itu merupakan dampak dari pelayanan koperasi yang baik. Oleh karena itu pelatihan selama tiga hari ini merupakan bagian dari usaha terus menerus dari koperasi kredit untuk memberikan kepuasan kepada anggota koperasi,” kata Mikhael di Puskopdit Flores Mandiri, Minggu (21/7).

Inti dari pelayanan, menurut dia, adalah kepuasan para anggota. Oleh karena itu latihan keterampilan berkomunikasi ini, termasuk soal senyum (how to smile), misalnya adalah bagian dari pengembangan kapasitas para pegawai di bagian front office, bagian keuangan, dan perkreditan.

“Kita inginkan agar komunikasi yang lebih humanis dan pelayanan yang lebih ramah ini menjadi bagian dari pelayanan di koperasi kredit,” katanya.

Standarisasi pelayanan di koperasi kredit, kata Mikhael, diperlukan meski tetap menghargai karasteristik tiap koperasi kredit. Standarisasi itu penting agar dibangun suatu sistem yang terstruktur sehingga bila ada pelatihan seperti ini mudah diimplementasikan di lapangan. Sebab kalau tidak ada standarisasi, maka bisa saja tidak terjadi matching dalam implementasinya.

Materi pelatihan ini amat mendasar, katanya, karena pelatihan tidak bergerak pada tataran teoretis melainkan berangkat dari pengalaman. “Materi yang diberikan berasal dari pengayaan pengalaman, sehingga pelatihan ini lebih sebagai syering. Oleh karena itu bisa diimplementasikan di masing-masing kopdit,” katanya, sambil menambahkan, “pelatihan yang diberikan adalah bagian dari investasi diri peserta” dalam pelayanan kepada para anggota.

Sebagian peserta pelatihan.
Sebagian peserta pelatihan.

Sementara itu Dede Farhan Aulawi mengatakan, praktik meditasi dalam pelatihan ini bertujuan agar peserta bisa mengelola kesabarannya. “Kadang-kadang kita terbawa emosi dalam memberikan pelayanan karena emosi kita tidak stabil. Orang yang paling rugi adalah orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Oleh karena itu jangan membuat keputusan ketika masih marah,” katanya, sambil menambahkan, “Setelah pelatihan ini diharapkan pelayanan kepada anggota di kopdit makin optimal, semakin baik, sehingga koperasi makin dipercaya”.

Sementara itu Ipi Seka dari Kopdit Sangosay Cabang Borong mengatakan, materi yang diberikan, terkesan sangat sepele. “Tetapi setelah didalami selama pelatihan, hal-hal kecil itu memberikan nilai tambah dalam pelayanan kepada anggota. Meditasi melatih kita bersikap sabar dan tenang dalam melayani anggota. Hal-hal yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari dan akan memberikan manfaat yang besar bila dijalankan dengan tekun,” katanya.

Sedangkan Kristin, peserta dari Kopdit Sangosay Bajawa mengatakan, pelatihan ini memberikan mereka pengetahuan bagaimana melayani anggota, terutama bagi mereka yang berada di front office. “Sangat luar biasa”.

Ermelinda Ani dari Kopdit Serviam Ende menyampaikan terimakasih kepada Puskopdit Flores Mandiri yang telah mengadakan pelatihan seperti ini karena “memberikan pengetahuan kepada peserta demi peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota”.
Delapan orang peserta yang memberikan kesan pada acara penutup menyampaikan terimakasih dan memandang pelatihan seperti ini bermanfaat untuk kepuasan anggota koperasi kredit.

Flores Pos edisi, 22 Juli 2013