RUTENG — Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar ritus adat “teing hang” menjelang perayaan HUT ke-68 kemerdekaan RI di Kantor Bupati Manggarai, Senin (12/8/2013) sore hingga malam. Ritus adat tersebut diadakan guna menghormati para leluhur dan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan RI. Upacara ini menjadi tradisi pemerintah Manggarai setiap tahun. Ritus adat tersebut dilakukan para tokoh adat dari Kampung Ruteng.

Ritus adat tersebut diadakan di compang utama di pohon Beringin besar di depan Kantor Bupati, lalu dilanjutkan dengan acara adat teing hang di Aula Nucalale. Sebagai landuk (pemimpin) Bupati Christian Rotok bersama pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan unsur Forkompida sebagai panga (cabang). Para pejabat yang menghadiri ritus tersebut berpakaian adat Manggarai.

Menurut Kabag Humas Setda Mangarai, Siprianus Jamun kepada wartawan di Ruteng, Selasa (13/8), acara adat teing hang menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI telah menjadi budaya di lingkup Pemkab Manggarai dan dilakukan setiap tahun.

Mengapa ritus diadakan karena kehidupan sehari-hari masyarakat dan pemerintah masih melekat dengan adat dan budayanya. Pemerintah juga melakukan tradisi adat teing hang sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur bumi Nucalale.

”Ritus adat jelang perayaan HUT Kemerdekan sudah menjadi budaya di lingkup Pemkab Manggarai. Karena itu, untuk tahun 2013 ini, agenda ritus adat tetap dilaksanakan, Senin (12/8/2013). Bupati sendiri pimpin ritus adat tersebut dan dihadiri semua pimpinan SKPD dan Forkompimda,”katanya.

Dikatakan, ritus adat teing hang diadakan karena dalam perayaan nanti ada banyak sekali kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut ada yang berkaitan langsung dengan adat Manggarai.

Selama perayaan HUT, ada pagelaran caci. Adat Manggarai, jika caci dimainkan, maka gong dan gendang harus dibunyikan. Perangkat adat tersebut tidak bisa dipakai begitu saja tanpa meminta restu dari leluhur. Karena itu, ritus adat teing hang diadakan untuk meminta restu leluhur agar seluruh rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai, Wens Sene mengatakan, agenda ritus adat teing hang telah menjadi agenda rutin Pemkab setiap tahun. Ritus itu biasanya diadakan menjelang perayaan 17 Agustus. Dengan ritus adat tersebut diharapkan agar semua kegiatan menjelang, pada saat perayaan, dan pasca perayaan berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

”Ini sudah agenda setiap tahun. Adanya ritus adat itu merupakan suatu upaya menghargai adat dan sekaligus menghidupkan kembali warisan leluhur yang hidup di tengah masyarakat Manggarai,”katanya..

Selain ritus adat teing hang, menurut Sipri Jamun, ada juga misa kenegaraan untuk perayaan HUT Kemerdekaan. Misa dipimpin Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng diadakan, Selasa (13/8) di gereja Katedral Ruteng. Hadir Bupati Christian Rotok, unsur Forkompimda, pimpinan SKPD, para pejabat, para pegawai negeri sipil, dan umat Katolik di Kota Ruteng. Misa juga diadakan sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan negara dan sekaligus mendoakan para pahlawan baik di tingkat nasional maupun kabupaten.

– Christo Lawudin

Sumber: Flores Pos, 16 Agustus 2013, hlm. 16