RUTENG — Fraksi Golkar DPRD Manggarai mengatakan, sengketa sumber mata air antar warga Dusun Gonggong dan Raong di Desa Pong Umpu, Kecamatan Lelak, Manggarai bisa memicu perang tanding jika tidak diselesaikan pemerintah.

Fraksi Partai Golkar dalam pandangan fraksi yang dibacakan anggota Fraksi Golkar, Osi Gandut pada paripurna Dewan atas Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2012, Rabu (27/7/2013) menyebutkan, salah satu masalah yang menonjol adalah proyek air bersih di Desa Pong Umpu. Proyek jaringan air bersih dilaksanakan tahun 2012. Tetapi, hingga kini air belum mengalir karena ada sengketa tanah antara warga Dusun Gonggong dan Dusun Raong.

Masalah ini serius dan perlu diselesaikan secara tuntas. Ini masalah rawan dan bisa picu perang tanding

”Masalah ini serius dan perlu diselesaikan secara tuntas. Ini masalah rawan dan bisa picu perang tanding. Warga salah satu kampung tidak mau memberi air untuk warga dusun lain. Akibatnya, air bersih yang diharapkan belum bisa terwujudkan bagi masyarakat,”katanya.

Dikatakan, masalah tersebut pernah diurus oleh kecamatan. Tetapi, penyelesaian konkretnya belum ada hingga sekarang. Karena itu, pemerintah kabupaten perlu memberikan perhatian serius untuk menyelesaikan sengketa sumber mata air di Desa Pong Umpu tersebut.

Bupati Manggarai Christian Rotok dalam jawaban pemerintah mengatakan, pemerintah sudah berusaha menyelesaikan masalah tersebut. Soalnya adalah warga Kampung Raong tidak rela memberikan air untuk kebutuhan masyarakat Gonggong.

”Pelbagai upaya telah dilakukan. Tetapi, hingga sekarang belum ada solusi konkret. Masalah ini akan menjadi perhatian pemerintah untuk diselesaikan,”katanya.

– Christo Lawudin

Sumber: Flores Pos, 5 Agustus 2013